WISATA YOGYAKARTA KAWASAN MALIOBORO

Butuh Rental Sepeda Motor di Malang? Cek Ini Ya!
October 20, 2016
Wisata banten kampung baduy indahnya cek dulu dech
March 29, 2017
Show all

WISATA YOGYAKARTA KAWASAN MALIOBORO

Kawasan mailoboro salah satu pusat banyak orang lainnya adalah malioboro yang di padati banyaknya  pedagang terutama barang/benda khas jogja sebagai souvenir atau oleh-oleh bagi para wisatawan.ujung jalan malioboro terhubung dengan jalan mangkubumi dan di batasi oleh stasiun kereta api tugu.dalam areal kawasan malioboro dan sekitarnya banyak lokasi lain yang dapat di kunjungi misalnya siti inggil keraton jojakarta, pasar bringhardjo, benteng Vredeburg, Gedong senisono, Museum sono budoyo dan lainnya.

jalan malioborotempat malioboro menjadi kawasan wisata belanja favorit kota jogja ini yang di dukung oleh adanya pertokoan,rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya di atas meja, gerobak ada pula yang hanya menggelar plastik di lantai sehingga saat pengunjung malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan buat para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.

sejak malam hari saat pusat perbelanjaan tutup,namun denyut kehidupan kawasan malioboro tidak pernah berhenti karena sudah siap warung-warung lesehan menggelar dagangannya. Mereka dapat menikmati hidangan-hidangan di warung lesehan di sepanjang jalan malioboro, makanan yang di sediakan dan di tawarkan dari jenis makanan khas wisata jogja adalah nasi gudeg dan ayam goreng dan juga makanan padang, chinesse food dan lain sebagainya.

saat mensantap hidangan yang di siapkan akan di hibur oleh musik dari pedagang dan pengamen jalanan yang cukup banyak dari yang hanya sekedar bawa gitar adapula yang membawa peralatan musik lengkap. Ada sebuah perhatian khusus bagi wisatawan yang hendak menikmati warung lesehan yaitu menanyakan dulu harga makanan yang hendak di pesan sebelum ada sebuah tagihan yang kurang berkenan di hati, sampai-sampai hal ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah daerah yaitu menggantung papan di kawasan wisata malioboro dengan tulisan “mintalah daftar harga sebelum anda memesan “jalan malioboro malam hari

tadinya belum menjadi jalanan yang ramai,malioboro hanyalah jalanan yang sangat sepi yang hanya di hiasi pepohonan asam tumbuh di sebelah kiri dan kanannya, jalan malioboro ini hanya di lewati oleh penduduk sekitar yang hendak ke keraton atau komplek kawasan indische pertama di jogja seperti loji besar (benteng Vredeburg), loji kecil (kawasan sebelah gedung agung), loji kebon (gedung agung), maupun loji setan. Namun keberadaan pasar gede atau pasar beringharjo di sisi selatan serta adanya permukiman etnis tionghoa di daerah ketandan lambat laun mendongkrak perekonomian tempat tersebut.

Sekumpulan tionghoa menjadikan wisata malioboro sebagai tempat bisnisnya, sehingga tempat perdagangan yang awalnya berpusat di beringharjo dan pecinan akhirnya meluas ke arah utara sampai stasiun tugu. Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan pantai parangritis, panggung krapyak, kraton yogyakarta, tugu, dan gunung merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman malioboro pimpinan umbu landu paranggi. Dari mereka jugs budaya duduk lesehan di trotoar di populerkan yang akhirnya terkenal dan sangat identik dengan malioboro.

Acara makan malam yang romantis di warung lesehan sambil mendengarkan pengamen jalanan yang berjudul “ yogyakarta” milik Kla project akan menjadi pengalaman yang sangat menyentuh hati. Wisata malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di setiap jiwa orang yang pernah menikmatinya. Wisata ini tak pernah padam oleh jaman.

Eksotisme malioboro terus terkenal hingga kini dan menghasilkan banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke yogyakarta. Seperti kalimat awal yang tersedia dalam sejak melodia karya umbu landu paranggi “cintalah yang membuat diriku betah sekali bertahan”’ kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap malioboro lah yang membentuk ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.

Sebelumnya, malioboro sengaja di bangun guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang merupakan kawasan pecinan pada masa pemerintahan sultan hamengku buwono I berkuasa. berjalan dengan perkembangan waktu, wisata malioboro berjalan dengan berkembang pesat dan semakin ramai dengan dibangunnya pasar induk pasar gedhe yang sekarang kita panggil dengan nama pasar beringharjo.malioboro merupakan tujuan utama para wisatawan yang berkunjung ke jogja.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
WISATA YOGYAKARTA KAWASAN MALIOBORO, 10.0 out of 10 based on 1 rating

Comments are closed.